Jumat, 15 Agustus 2008

Mainan Alternatif Yang Tepat Untuk Balita

Oleh : Rahmi

Usia bayi dan balita, bermain juga merupakan faktor penting dalam pertumbuhan mereka. Dengan bermain, anak-anak dapat meningkatkan kekuatan dan mengendalikan otot-otot tangan, mengembangkan koordinasi mata serta tangan, juga mengenali tekstur.

Pada masa ini jangan takut bila si kecil jadi kotor atau rumah berantakan, yang penting mereka masih dalam batas wajar. Seorang anak memandang 'kotor' dengan kacamata berbeda dari orang dewasa, karena dari sanalah mereka mengenali tekstur dan sensasi baru.

Ada banyak pilihan mainan menyenangkan yang tepat dan sekaligus menstimulasi motorik serta kognitif si kecil. Yang lebih penting lagi, ia pun ikut menikmati jenis permainan tersebut. Berikut salah satu alternatifnya:

1. Menggambar

- Dengan krayon
Berikan krayon pada mereka, meski belum dapat menggunakannya secara tepat. Saat bermain, tetap awasi dan beritahukan untuk tidak memasukkannya ke dalam mulut.

Jenis krayon yang baik, adalah yang pendek, gemuk dan lilinnya tidak mengandung racun. Krayon ini mudah dipegang, tak mudah patah dan tak perlu ditekan terlalu keras di kertas.

Pada awalnya, mereka akan membuat coretan seperti cakar ayam. Namun lama kelamaan ia akan mampu membuat garis luris, lalu bentuk kurva tak beraturan serta bulatan-bulatan.

- Dengan cat
Lakukan ujicoba dengan memberinya cat warna. Pada awalnya berikan satu jenis warna lebih dulu, lalu secara bertahap tambahkan dengan warna-warna yang lain sebagai variasi.

Agar rumah tidak terlalu kotor dan berantakan, beri lapisan pelindung di lantai dan di bajunya. Lantai bisa dengan menggelar karpet plastik, sedang bajunya bisa dipakaikan baju yang sudah tak terpakai lagi.

Berikan cat yang agak kental, lalu kuat pendek dan tebal yang mudah ia pegang. Sebagai alternatif, gunakan busa, kayu, sisir atau jari tangannya sendiri sebagai alat untuk menggambar.

2. Main Air

Bisa menggunakan kolam renang (bila ada) atau bak di kamar mandi, sehingga tak akan membasahi ruangan lain. Sejak bayi si kecil pasti sudah senang bermain air, Anda tingga menunjukkan padanya cara menyiram yang benar, membuat ombak di bak atau cipratan-cipratan kecil seperti hujan.
Main air tak hanya bisa dilakukan saat mandi, tapi kapan pun ia mau. Alternatif lain, letakkan baskom atau bak mandi plastik kecil di lantai. Tuangkan sedikit air di dalamnya, sehingga si kecil tidak menumpahkannya ke lantai. Berikan mainan ke dalam air, seperti bola, botol, corong, sendok atau lainnya. Lalu biarkan ia menikmati permainannya itu.

3. Main Pasir

Tak perlu menyediakan lahan khusus, cukup dengan meletakkan sedikit pasir ke dalam baskom atau tempat mandi bayi yang tak terpakai lagi. Alternatif lain, masukkan pasir ke dalam ban mobil bekas.

Untuk jenis pasirnya, lebih baik menggunakan pasir perak yang bisa Anda beli, dibanding pasir pantai yang dapat menodai pakaian dan kulit buah hati Anda. Biarkan ia menyapu, menyikat atau menyendoknya. Anda juga bisa memberinya beberapa wadah agar ia bisa membentuk pasir-pasir tersebut.

4. Dengan Adonan

Di usia setahun lebih, si kecil sudah bisa Anda ajak main adonan, misalnya adonan dari tepung maupun lilin. Ingatkan si kecil untuk tidak menelan adonan tersebut, lalu tunjukkan cara meremas, melumat dan membentuk adonan dengan tangan. Contohkan cara membuat berbagai bentuk, dan biarkan ia menirukannya kegiatan Anda memasak.

Zuhaira Haurani
Sumber: Menghibur & Mendidik Bayi Sampai Usia Dua Setengah Tahun.
Di Post Ulang dari Halohalo

1 komentar:

Anonim mengatakan...

walau saya blm punya istri dan anak, pengetahuan seperti ini sangatlah penting bagi saya biar nanti tau cara terbaik mendidik anak walau lewat mainan. thanks

COBA TANGKAP KUCING INI